Kamis, 28 Desember 2017

Tradisi Menculik Anak Gadis Suku Sasak Lombok

Tradisi Menculik Anak Gadis Suku Sasak Lombok

Tradisi unik suku sasak Lombok sampai saat ini masih dijalankan oleh Terune Dedare (pemuda pemudi) Lombok, tradisi unik di Lombok adalah pada saat terune (pemuda) menculik dedare (pemudi), Mendengar Kata menculik pasti terdengar negatif, aneh dan sedikit kasar, tapi  di lombok sudah biasa terjadi karena menculik anak gadis atau dedare adalah budaya dan adat menikah di Lombok.
Merarik tradisi lombok
Merarik Tradisi Lombok

Budaya dan tradisi culik menculik di Lombok  ini biasanya dilakukan terlebih dahulu sebelum mereka menikah oleh sepasan terune dedare Lombok, pasangan ini biasanya menjalankan hubungan pacaran dan berjanji untuk menikah, setelah mereka sepakat untuk menikah, mereka akan berjanji untuk melarikan diri dari orang tua sang gadis, perjanjian itu adalah rahasia mereka berdua, jika rahasia itu bocor maka biasanya pihak keluarga sang gadis akan menjaga supaya tidak diculik oleh pacarnya. Setelah sang gadis berhasil diculik, pemuda akan membawa sang gadis ke rumah keluarganya untuk disembunyikan dan sehari setelah itu keluarga pemuda akan menjemput calon pengantin untuk dibawa pulang kerumah pemuda tersebut.
Peroses berikutnya adalah sejati selabar atau proses comfirmasi ke keluarga sang gadis bahwa pemuda A menculik anak gadis tadi malam. Setelah proses ini berjalan biasanya keluarga pemuda akan meminta wali untuk menikahkan calon pengantin tersebut dan keluarga perempuanpun akan meminta pelakot atau penyerah biasanya dalam bentuk uang dan ada tawar menawar. Setelah kedua keluarga sepakat barulah mereka dinikahkan.
Kawin Lari Lombok
Kawin Lari Lombok

Untuk proses terakhir adalah nyongkolan (pengantin yang diarak) proses ini melibatkan semua keluarga, tetangga dan kerabat untuk mengiringi sang pengantin menggunakan pakaian adat sasak dan diiringi alat musik tradisional Lombok yaitu gendang belek dari rumah pemuda ke rumah perempuan, di rumah pengantin wanita keluarga, kerabat dan tetangga pun ikut menyanbut arak arakan kedua pengantin dan di rumah pengantin wanita disediakan dekor pasangan pengantin untuk di jadikan tempat berfoto dan sungkeman pengantin laki-laki kepada orang tua perempuan. Kemudian pasangan pengantin dan rombongan balik ke rumah laki-laki.
Setelah semua proses adat selesai kedua keluarga akan mengadakan pertemuan lagi di rumah keluarga perempuan secara kekeluargaan untuk bersilaturahmi agar hubungan kedua keluaraga semakin erat. Proses ini dinamakan proses “sempalik lampak nae”.

23 komentar:

  1. Luar biasa, Apakah ada hari khusus untuk adat tradisi ini atau semua hari bisa dilakukan??

    BalasHapus
  2. Tolong luruskan pandangan anda, mengenai suku kami!

    BalasHapus
  3. Tradisi menculik??
    Maksudnya disini itu tradisi merarik ya??

    BalasHapus
  4. Berarti disini kalau mau merarik harus culik dulu?

    BalasHapus
  5. Bukankah menculik itu adalah perbuatan yang tidak baik?
    Dan mengapa tidak langsung saja meminta dengan cara baik-baik kepada orang tua si gadis?

    BalasHapus
  6. Bukankah menculik itu adalah perbuatan yang tidak baik?
    Dan mengapa tidak langsung saja meminta dengan cara baik-baik kepada orang tua si gadis?

    BalasHapus
  7. yang ngepost kapan nih nyulik anak orang ?? :D

    BalasHapus
  8. Tradisi yang sangat unik menurut saya patut untuk dijaga dan dilestarikan..😊

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Tradisi ini tiap" daerah beda apa gimana cara "menculiknya" dan juga klo boleh tau ini penulisnya dpt Sumber drimana?

    BalasHapus
  11. Terimakasih untuk ilmunya.
    Sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  12. Setahu sy sih tradisi ini tidak hanya dipakai oleh pasangan yang berpacaran saja. Tapi postingannya sudah cukup bagus kok, apalagi ada penjabaran proses merarik dari diculik sampai nyongkolannya.

    BalasHapus
  13. Tradisi ini diwariskan dari kerajaan sasak ya? Agak serem culik2annya

    BalasHapus
  14. Tradisi ini diwariskan dari kerajaan sasak ya? Agak serem culik2annya

    BalasHapus
  15. Sebarnya Gadis sasak tidak diculik untuk menikah. Tetapi diambil dari orangtuanya dengan baik2. Dan selanjutnya mengikuti ritual adat ketika menikah.

    BalasHapus

Piagam Gumi Sasak

Piagam Gumi Sasak           Piagam gumi sasak merupakan sebuah piagam yang berisikan pernyataan sekaligus sumpah masyarakat sasak terhad...